Akhirnya usai sudah perjalanan musim kompetisi Liga Champion 2007/2008 dengan Manchester United keluar sebagai Juara. Di Partai Final, MU berhasil mengandaskan ambisi The Blues, Chelsea yang ingin meraih tropi Liga Champions untuk yang pertama kalinya.
Sungguh pertadingan yang menarik dan menurut saya final yang ideal seperti prediksi saya sebelum partai semifinal bahwa MU akan bertemu Chelsea dan MU yang jadi juara.
Mengiringi kebahagiaan ini tadi pagi Saya nonton bersama Cinta Laira yang entah kenapa ikutan bangun meskipun si mama Cinta malah terlelap setelah sebelumnya membangunkan saya karena pertandingan sudah dimulai.
Saya sendiri heran dengan Cinta, meski seorang cewek, masih bayi lagi, tapi seolah-olah begitu menikmati pertandingan yang sengaja saya taruh dipangkuan saya untuk bersama nonton Bareng Final Liga Champions. Seringkali sedikit gemas dan deg-degan pas Drogba melepaskan passing lengkung yang akhirnya hanya menerpa tiang gawang yang dijaga Edwin Van Der Sar.
Jengkel juga saat sundulan Carlos teves masih bisa diblog Peter Check dan tendangan Michel Carrick masih mampu ditepis Check. Setelah waktu reguler selesai, hati saya agak cemas karena sepertinya Rio Ferdinan cedera sedangkan pertandingan masih harus diteruskan selama 30 menit melalui perpanjangan waktu.
Ada kejadian menarik di menit akhir babak kedua perpanjangan waktu, dikeluarkannya Drogba karena menampar Nemanja Vidic mengingatkan saya pada kejadian tandukan Zidane kepada MAterazi di Final Piala Dunia 2006 lalu. Dimana akhirnya tim yang dibela se kartu merah harus kalah. Berharap kejadian yang sama pada laga Final tadi pagi.
Akhirnya yang ditunggu telah tiba, setelah kedua tim tidak mampu membuat gol, Adu penaltilah yang harus dijalani keduanya. Harapan seolah pudar setelah tendangan Cristiano Ronaldo mampu di blok Check. Beruntung, John Terry juga gagal menyarangkan bola ke gawang Van Der Sar meskipun sang kiper sudah tertipu arah. Akhirnya setelah penalti Ryan Giggs masuk, kedudukan menjadi 6-5 untuk MU. Giliran Nicolas Anelka yang berusaha menyamakan kedudukan. Tapi bola tepat di arah Van Der Sar sehingga MU menang 6-5 lewat Adu penalty.
Sedikit mengingat penalty John Terri dimana sempat terpelesar seperti yang dialami David Becham pada Piala Dunia tahun 2002
Setelah Mamastikan MU juara, saya langsung ambil kaos MU hadiah ultah kemarin dan langsung saya putar-putar diatas Cinta Laira :D. Saat istri bangun sempat dimarahi karena terlalu euforia sambil membawa lari Cinta Laira .he..
Panjang banget..maap ya soalnya terlalu bersemangat....