Hidup perlu uang dan banyak sekali cara untuk mendapatkan uang,baik yang halal maupun yang haram. yang haram seperti mencuri(termasuk korupsi, ngutil), merampok, judi, dll (ada yang mau nambahin?). Yang halal seperti jadi jadi tukang becak, jadi tukang batu, jadi tukang kayu, jadi tukang ketik, jadi supir angkot, jadi kenek bis/angkot, jadi penjaja pentol, jadi karyawan swasta, jadi pns, jadi pedagang, jadi juragan, jadi bos, jadi kepala bagian, jadi walikota, jadi presiden, jadi BLOGGER part time, jadi BLOGGER full time, eitsss..BLOGGER..
Yap Blogger rupanya sudah diakui sebagai suatu pekerjaan. Ada yang pilih jadi blogger ketimbang kerja kantoran seperti yang dipilih oleh mantan jurnalis senior majalah tempo di blognya http://thegadgetnet.com, ada yang mempertahankan status sebagai pekerja kantoaran daripada jadi blogger, simak saja perdebatan sengitnya DISINI .
Bagaimana pilihan Anda antara jadi orang kantoran atau bergelut di dunianya mbak maya (baca: internet).
Saya pribadi lebih memilih kerja kantoran, apalagi bisa internetan setelah pekerjaan saya selesai dan juga saya sendiri belum banyak mendapatkan uang dari internet, dan saya sendiri juga tidak tahu apakah nanti setelah dapat uang dari internet akan meninggalkan pekerjaan saya sebagai orang kantoran?????
pilih yang mana?
Yang perlu diingat, keduanya memerukan konsistensi. Berikut ini perbandingan menurut saya:
Orang Kantoran :
1. Terikat jam kerja
2. Gaji Terbatas sesuai peran di perusahaan
3. Kadang dimarahi bos walaupun tidak setiap hari, kalau setiap hari pasti sudah dipecat..
Blogger Full time
1. Tidak terikat jam kerja
2. Gaji sesuai yang diinginkan
3. Tidak ada bos yang memarahi. (palling kalau orang tua marah-marah karena tagihan telepon meledak soalnya dipakai sang anak berinternetan he...tapi ga bakalan dipecat dari rumah :) )
Ada yang mau nambahi?
Dari uraian singkat saya diatas sebenarnya baik orang kantoran maupun blogger mempunyai kesamaan.
1. Masalah waktu.
Orang kantoran terikat jam kerja, blogger?? sebenarnya juga terikat. Coba Anda bayangin kalau blogger itu pasang speedy dengan biaya 200rb/bulan (6-7 ribu/hari) dan dia tidak online selama sehari, bisa rugi 6-7 ribu, kalau sebulan tidak online dia rugi 200ribu. Mau-ga mau harus rajin online supaya biaya pasang speedy bisa tertutup.
2. Masalah gaji.
Orang kantoran bisa mendapat other income disamping penghasilan tetapnya. Seperti nyambi jadi blogger dengan memanfaatkan fasilitas kantor, atau pasang speedy di rumah untuk ngeblog selepas pulang kantor, atau bikin pabrik gula, bikin home industri yang bisa mendatangkan uang sesuai keinginan. Sedangkan blogger, juga harus rajin dan cerdas seperti dek indra diky, bayu mukti, mas cosa supaya bisa mendapatkan uang sesuai yang diharapkan. Sesuai? saya rasa masih belum cukup bagi blogger kelas kakap seperti mereka. Beliau pasti pengen yang lebih dan tidak akan pernah puas. Tunggu tulisan saya tentang hal ini. (ada ga ya yang mau nunggu :( ).
3. Masalah bos.
Kalau orang kantoran pasti punya bos yang selalu ngontrol kerjaan kita. kalau blogger, sebenarnya ada bosnya juga sih. Cuma kadang tidak langsung memarahi, seperti kalau masih bocah yang pasang speedy pakai telepon rumah, bosnya adalah ortu yang kalau tagiha telepon membengkak pasti memarahi (dimarahi ga sih dik bayu?). Kalau kesetiusen ngeblog, sang pacar jadi ngambek, sang istri juga ikutan ngambek karena jadi jablay, sang anak juga ngambek karena jam jalan-jalan jadi terganggu.
KESIMPULANNYA.
Saya pilih kerja kantoran dan jadi blogger. he..he.. karena semua terikat dengan waktu, punya bos, dan dapat uang..
PILIHAN ANda???
Baca Selanjutnya Klik Disini ..